Pelatih Frankfurt: Anarki! Pemain Bisa Atur-atur Klub Sepak Bola

Perilaku Pierre-Emerick Aubameyang dikritik oleh Niko Kovac.
Perilaku Pierre-Emerick Aubameyang dikritik oleh Niko Kovac.

Pelatih Eintracht Frankfurt Niko Kovac menuding situasi saat ini sudah seperti anarki, dengan para pemain sepak bola bisa seenaknya mengatur klub soal transfer dirinya.

Pernyataannya ini dipicu oleh kasus Pierre-Emerick Aubameyang di Borussia Dortmund. Striker asal Gabon itu diyakini tinggal selangkah lagi bermain bagi Arsenal di jendela bursa transfer Januari.

Aubameyang sudah absen dalam dua pertandingan, dimulai di laga kontra Wolfsburg karena mangkir di rapat pertemuan pra-laga dan ia juga tidak masuk skuad yang diturunkan menghadapi Hertha Berlin.

Aubameyang memang sempat hampir meninggalkan Signal Iduna Park pada musim panas tahun lalu, tapi urung setelah penawaran AC Milan ditampik pihak Dortmund.

Di saat yang sama Ousmane Dembele juga pernah melakukan aksi mogok bermain karena ingin hengkang ke Barcelona sebagai suksesor Neymar, dan kini Aubameyang mengikuti resep pemain sayap yang sudah dua kali cedera membela Barca musim ini.

Bagi Niko Kovac, dua insiden ini membuat dirinya bertanya-tanya bagaimana mungkin keinginan transfer Borussia Dortmund disetir oleh pemain.

“Sangat tidak masuk akal klub-klub dan para pelatih saat ini harus mengikuti keinginan para pesepak bola,” tutur pelatih Frankfurt itu pada Kicker.

“Anda tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi. Sampai kapan akan berakhir? Ini anarki! Semua orang bisa seenaknya melakukan apa yang ia inginkan. Para pemain akan datang ke sesi latihan sesuka hati mereka.”

“Ketika saya masih aktif bermain, hal seperti ini tidak terjadi. Kontrak berdurasi lima musim [saat ini] hanya dianggap berlaku sebagai kontrak berdurasi setengah musim. Ini menjadi tanda tanya besar.”

sumber : gilabola.com